This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
masyarakat jepang di margomulyo
10.03
bojonegoro, budaya
masyarakat jepang di margomulyo
Masyarakat Samin (masyarakat yang menerapkan faham antipenjajah Zaman Belanda), diusulkan untuk yang tinggil di sejumlah tempat di Kabupaten Bojonegoro, diusulkan menjadi kawasan cagar budaya. Alasannya, nilai-nilai luhur yang terkandung dari ajaran ini, cocok untuk iklim sekarang ini.
Masyarakat Samin (masyarakat yang menerapkan faham antipenjajah Zaman Belanda), diusulkan untuk yang tinggil di sejumlah tempat di Kabupaten Bojonegoro, diusulkan menjadi kawasan cagar budaya. Alasannya, nilai-nilai luhur yang terkandung dari ajaran ini, cocok untuk iklim sekarang ini.
Pihak Dewan Kesenian Bojonegoro, yang mengusulkan ide ini, memandang, faham yang dibawa Samin, masih tetap relefan.
masyrakat samin di margomulyo
09.57
bojonegoro, budaya
Terletak Dusun Jepang, salah satu dusun dari 9 dusun di Desa Margomulyo yang berada di kawasan hutan memiliki luas 74, 733 hektar. Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro. Ajaran Samin yang disebarkan Samin suro sentiko (1859-1914) adalah sebuah konsep penolakan terhadap budaya kolonial
Sléndro asli budaya sendiri
11.06
budaya
Sléndro atau kadangkala dieja sebagai saléndro adalah satu di antara dua skala dari gamelan musik. Skala ini lebih mudah untuk mengerti daripada pelog ataupun skala yang lain, karena adalah secara mendasar hanya lima nada dekat yang berjarak hampir sama dalam satu oktaf.
Oleh karena itu skala musik ini mempunyai interval sempurna keempat yang lebih sempit, sekitar 480 sen, berbeda dengan interval pelog yang lebih lebar.
Tangga nada slendro biasa disebut dengan
Asal mula skala slendro tidak jelas. Akan tetapi istilah slendro berasal dari nama Sailendra, wangsa penguasa Kerajaan Medang dan Sriwijaya. Skala Slendro diduga dibawa ke Sriwijaya oleh pendeta Buddha Mahayana dari Gandhara di India, melalui Nalanda dan Sriwijaya, dari sana berkembang ke Jawa dan Bali.[1]
Oleh karena itu skala musik ini mempunyai interval sempurna keempat yang lebih sempit, sekitar 480 sen, berbeda dengan interval pelog yang lebih lebar.
Tangga nada slendro biasa disebut dengan
wayang khas jawa timur
Wayang Thengul
Wayang Thengul adalah kesenian wayang khas ponorogo yang populer juga di bojonegoro. dalam bentuk 3 dimensi dengan diiringi gamelan pelog/slendro seperti halnya reog ponorogo.Walaupun wayang thengul ini jarang dipertunjukkan lagi, tetapi keberadaannya tetap dilestarikan di Kabupaten Bojonegoro, khususnya di Kecamatan Kanor yang berasalkan dari kata KANORAGAN karena pada saat itu warok ponorogo menunjukan kekuatan kanoragaanya di sela- sela pentas reog ponorogo dan wayang thengul, daerah ini yang berjarak ± 40 Km dari Kota Bojonegoro. Sedangkan jalan cerita dari wayang thengul ini lebih banyak mengambil warok suromenggolo dan sekitarnya.
sebagai penerus bangsa seharusnya kita lestarikan bukan malah
dilupakan...
APA ITU BUDAYA
15.44
budaya
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.








































